Wakil Bupati Simalungun Hadiri Peresmian Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba oleh Menteri ESDM

2018-01-19 0 comments simalungun Pemerintahan

Kaldera Toba dengan keunikan super volcano membentuk Kaldera Gunung Api pantas masuk dalam deretan Global Geopark. Atas dasar tersebut Menteri ESDM Ignasius Jonan melakukan kunjungan kerja bersama Pemerintah Daerah untuk mengetahui kesiapan Badan Pengelola Geopark Nasional Kaldera Toba menghadapi assesmen dari Unesco Global Geopark. Kunjungan selama dua hari ini (18-19 Januari 2018) sebagai upaya dari Pemerintah untuk mewujudkan Kaldera Toba menjadi anggota Unesco Global Geopark, dalam kunjungan tersebut Menteri Ignasius Jonan bersama dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, Wakil Bupati Simalungun Ir. Amran Sinaga dan Badan Pengelola meresmikan Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba, sekaligus berkeliling meninjau beberapa geoarea Geopark Kaldera Toba.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi berperan serta dalam pembentukan geopark. Hal ini berdasarkan Permen ESDM No. 13 Tahun 2016 tentang Organisasi Tata Kerja Kementerian ESDM bertugas “menyelenggarakan penelitian, penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya geologi, vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, air tanah dan geologi lingkungan, serta survei geologi.”

Badan Geologi sebagai institusi yang diberi amanat untuk melakukan penelitian, penyelidikan dan pelayanan dalam bidang kegeologian berupaya untuk melakukan perlindungan terhadap sumber daya geologi yang penting dan unik. Amanat ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Badan Geologi akan menginventarisasi kawasan lindung geologi, kemudian berperan dalam menentukan peringkat keunikan geologi dan makna warisan geologi serta menetapkannya sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi.

Dalam konteks Geopark Kaldera Toba, Badan Geologi telah melakukan inventarisasi keragaman geologi serta menentukan warisan geologinya sebagai modal pembentukan Geopark Kaldera Toba. Badan Geologi turut serta membantu pengisian Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba untuk menambah daya tarik wisata Danau Toba dan Program Destinasi Pariwisata Unggulan.

Pusat Informasi Geopark ini dibangun atas permintaan Pemerintah Kabupaten Simalungun, yang dalam penempatannya berada di area Open Stage Parapat Kabupaten Simalungun. Lahan dan Bangunan disediakan oleh Pemkab Simalungun, sementara pengisian materi informasi dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui Badan Geologi. Tujuan pembangunan Pusat Informasi geopark ini adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait informasi keragaman Geologi Kaldera Toba, keragaman hayati dan budaya.

Wakil Bupati Simalungun, Ir. Amran Sinaga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM yang telah mewujudkan permohonan Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terkait informasi tentang Danau Toba, keragaman hayati dan budaya yang menjadi syarat sebuah geopark.

Letusan dahsyat gunung api di Sumatera Utara 74 ribu tahun silam membentuk sebuah kaldera yang sangat luas dan menyisakan tinggalan keragaman geologi yang unik di sekitar kaldera. Letusan ini menyisakan lekukan cukup dalam di dasar kaldera yang berisi air membentuk Danau Toba seluas 1.130 km² dengan kedalaman 500 meter. Peristiwa geologi pasca pembentukan kaldera terjadi pengangkatan sebagian dasar danau ke permukaan membentuk Pulau Samosir. Dinding kaldera Toba yang luasnya mencapai 3.658 km² berada di delapan kabupaten yakni Kabupaten Simalungun, Samosir, Toba, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.