Peringatan Hardiknas ke 108 Tahun 2016 Tingkat Kabupaten Simalungun Di Pusatkan di Bandar Betsy

2016-07-20 0 comments simalungun Pemerintahan

Bupati Simalungun: “NKRI adalah Harga Mati”

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke 108 tahun 2016, dipusatkan dihalaman tugu Letda TNI Sujono Bandar Betsy Kecamatan Bandar Huluan, Jum'at 20/05/2016.

Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dan sebagai Komandan Upacara Mayor Inf J Gultom (Pasintel Rem 022/PT) serta perwira upacara Kadis 0207 Simalungun Mayor Inf Adi Sutrisno. Tema yang diusung dalam peringatan Hardiknas yaitu  “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 2016 kira mengukir makna kebangkitan nasional dengan mewujudkan indonesia yang bekerja, mandiri dan berkerakter”.

Perserta Upacara terdiri dari barisan TNI, Polri, Satpol PP, PNS, OKP, Pramuka dan para pelajar. Tampak hadir dalam kesempatan itu, Danrem022/PT, Dandim 0207 Simalungun, Kpolres Simalungun, Kajari Simalungun, para periwira dijajaran TNI dan Polri, Sekda, Staf Ahli Bupati, Para Asisten, pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Simalungun, para pejuang kemerdekaan dan mewakili menejer PTPN III Kenun Bandar Betsy.

Mengawali upacara peringatan hardiknas tersebut dilaksanakan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengkibar bendera yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, selanjutnya hening cipta dan pembacaan teks Pancasila oleh inspektur Upacara.

Sementara itu, Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilaksanakan oleh Serda TNI Armansyah, Pengucapan Sapta Marga TNI dilaksanakan oleh Serda TNI Rudy, Pengucapan Tri Brata Polri dilaksanakan oleh Brigda Pol Markus Afandy Sitohang dan pengucapan Panca Prasetya Korpri dilaksanakan oleh Ruslan Efendi Tanjung (PNS Pemkab Simalungun).

Pada upacara terebut juga dilakukan penandatanganan peryataan sikap oleh Bupati Simalungun, Danrem 022/PT, Dandim 0207 Simalungun, Danrindam I/BB, Kapolresta P Siantar, Kajari Simalungun, Kapolres Simalungun, Ketua PN Simalungun, Ketua DPRD Simalungun dan perwakilan OKP Siantar-Simalungun yang dilanjutkan dengan pembakaran bendera berlangbangkan PKI (paru dan arit).

Namun sebelumnya, peryataan sikap tersebut dibacakan oleh Bupati Simalungun dan diikuti oleh seluruh peserta upacara. Adapun isi peryataan tersebut adalah “Pernyartaan sikap. Kami generasi Muda, 1)Menyatakan bahwa kami menolak faham komunis diwilayah Siantar-Simalungun, 2)Setia kepada NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945, 3)Kami rela berkorban untuk meleyapkan segala bentuk kegiatan komunisme”.

Bupati Simalungun DR JR Saragih SH M dihadapan para wartawan dari berbagai media cetak dan eletronik mengharapkan kepada seluruh masyarakat, melalui Hardiknas yang ke 108 agar senantiasa merasa memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dimulai dari keluarga. “NKRI adalah harga mati dan komunis adalah musuh kita bersama, karena kita tidak mau dipecah belah, apapun agamanya, sukunya dia adalah bagian dari masyarakat Simalungun dan bagian dari NKRI,”katanya.

Kepada generasi muda maupun pelajar, Bupati mengajak untuk lebih giat belajar. “bangkilah semangatmu seperti para pejuang terdahulu, karena kalianlah yang akan menggantikan pemimpin saat ini menjadi pemipimpin masa depan yang memiliki moral dan akhlak yang mulia,katanya.

Selanjutnya, atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, Bupati mengatakan bahwa lokasi tugu Letda Sujono akan dijadikan obyek wisata sejarah. “Terutama bagi para pelajar wajib berwisata di tempat ini dan didampingi oleh seorang pemandu wisata, sehingga diharapkan para pelajar mengetahui sejarah tempat ini,”ujarnya.

Menurut Bupati, di lokasi Tugu Letda Sujono akan dibangun fasilitas maupun sarana dan prasarana  pendukung serta petugas pemandu yang berasal dari TNI, Polri maupun dari pemerintah. “Oleh karena kita akan menyurati pihak PTPN III maupun Pemprovsu agar lokasi Tugu Letda Sujono diserahkan kepada Pemkab Simalungun untuk dijadikan wisata sejarah, agar mengingatkan kita kepada pejuang-pejuang terdahulu, sekaligus sebagai upaya untuk mencegah peristiwa yang terjadi dilokasi ini pada masa lalu. Anak-anak akan mendapat penjelaskan dari pemandu dilokasi ini saat berkunjung nantinya,”ucapnya.

Menyinggung tentang pernyataan sikap dan pembakaran bendera berlambang PKI tersebut, Bupati menjelaskan bahwa akhir-akhir ini PKI hampir hidup kembali. Oleh karena itu pembakaran bendera PKI sebagai bentuk penolakan adanya ajaran PKI sedikitpun di Kabupaten Simalungun. “Kita telah sama melakukan penandatanganan pernayataan sikap bersama FKPD tadinya. Jadi kita sama memeranginya (PKI),”tandasnya.