Pemkab Simalungun Melakukan Pembersihan KJA di Huta Sualan, Parapat

2016-07-20 0 comments simalungun Pemerintahan

Ketua DPRD Apresiasi Bupati Simalungun

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bersama TNI dan Polri melakukan pembersihan Kerambah Jaring Apung (KJA) di huta Sualan Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Parapat Rabu 20/07/2016.

Pembersihan KJA tersebut sebagai bukti dukungan Pemkab Simalungun terhadap program pemerintah pusat dalam rangka pembenahan Danau Toba sebagai destinasi wisata nasional sehingga diharapkan Danau Toba bersih dari KJA (zero KJA), sekaligus mendukung Bandan Otorita Pariwisata Danau Toba.

Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM didampingi Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba serta sejumlah pimpinan SKPD, mewakili Danrindam I/BB, Dandim 0207 Simalungun, Polres Simalungun, camat dan muspika Kecamatan Girsang Sipangan Bolon  melakukan peninjauan terhadap pembersihan KJA.

Pembersihan KJA dilakukan dengan membagi tiga sektor, sektor I dilakukan oleh Polres Simalungun, sektor II oleh Kodim 0207 Simalungun dan sektor III oleh Rindam I/BB yang dibantu oleh anggota Satpol PP Simalungun.

Selain pembersihan KJA, juga dilakukan pembersihan eceng gondok. Pemkab Simalungun juga melakukan pengaspalan askes jalan di huta Sualan untuk memperlancar sarana trasnportasi masyarakat.

“Khususnya di Parapat harus nol dari KJA. Kita akan menata dan hari ini (20/07) 50 % KJA kita bubarkan (bersihkan) dari Danau Toba. 50 % lagi untuk mengumpulkan ikannya dan kita kasih batas waktu kepada pemilik sampai tanggal 25/07/2016 KJA harus nol dari Danau Toba ini,”kata Bupati kepada wartawan dari berbagai media disela-sela peninjauan kegiatan pembersihan KJA.

Menurut Bupati, pembersihan KJA ini tidak hanya di huta Sualan saja, pemberihan KJA juga dilakukan sampai ke Haranggaol dan seluruh pantai Danau Toba di Kabupaten Simalungun. “Tidak hanya di Sualan saja, kita juga akan lakukan di Haranggaol dan KJA-KJA milik perusahaan, sehingga Danau Toba benar-benar bersih dari KJA,”ujarnya.

Selanjutnya Bupati menyampaiakn bahwa tujuan dilakukan pembersihan KJA dari peraian Dnau Toba adalah untuk mengangkat marwah daerah wisata ini sehingga lebih dicintai oleh masyarakat baik dalam maupun luar negeri. “Kita akan angkat kembali marwah Danau Toba ini seperti tahun 80-an, yang sangat dicintai oleh turis macaranegara maupun lokal. Dengan tidak adanya KJA di Danau Toba diharapkan kedepan air Danau Toba ini dapat kita nikmati bahkan kita minum. Untuk itu mulai sekarang pelet (pakan ikan) tidak boleh lagi masuk di Danau Toba,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba mengatakan bahwa pembersihan KJA oleh Pemkab Simalungun adalah dalam upaya menyambut sekaligus mendukung program nasional yakni program Presidean mendukung Danau Toba menjadi destinasi pariwisata di Indonesia dengan dibentuknya Badan Otarita Danau Toba.

“Saya sangat mengapresiasi Bupati Simalungun yang sangat tegas dan patuh terhadap pogram pusat di daerah. Danau Toba harus zero KJA," kata Johalim.

Menyinggung keterlibatannya TNI, Polri dalam pembersihan KJA di Huta Sualan, Ketua DPRD mengatakan, hal itu sangat baik dan menujukkan bahwa ada koordinasi yang baik antara Pemkab Simalungun dengan FKPD. "Kami dari DPRD  juga dilibatkan dalam kegiatan ini,"tuturnya.

Kepada masyarakat diharapkan untuk mendukung kegiatan ini dan bersama-sama dengan pemerintah untuk menjadikan Danau Toba menjadi daerah wisata terkenal di dunia, sehingga daerah wisata ini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Bersamaan dengan kegiatan pembersihan KJA di perairan Danau Toba, PT KAI bersama Team Russian Railway didampingi dinas Perhubungan dan Kehutanan melakukan peninjau lokasi rencana pembangunan sarana penghubung kereta api dari Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) menuju Danau Toba.