Pemkab Simalungun Gelar Rembuk Stunting Tahun 2020

2020-06-27 0 comments simalungun Pemerintahan

Dalam Rangka pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Kabupaten Simalungun dan sebagai lanjutan dari aksi 1 (analisis situasi) dan aksi 2 (Penyusunan Rencana Kegiatan) , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menggelar Rembuk Stunting tahun 2020 di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun. Rabu (24/6).

Rembuk Stunting tahun 2020 ini dilaksanakan melalui video conference dengan menggunakan aplikasi zoom meeting dan diikuti ± 400 peserta yang terdiri dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Setda Propinsi Sumatera Utara, Bappedasu, Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, Sekda Kab. Simalungun, DPRD, Sekretaris Daerah Kab. Simalungun, Para Staf Ahli, Para Asisten dan Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Simalungun yang termasuk dalam Tim Koordinasi Penanganan Stunting Kab. Simalungun, Seluruh Camat, Kepala Puskesmas, Bidan Desa, Pangulu, Kepala BPS, TA Pool Stunting Kemendagri Regional I, TA Pendamping Desa/ Sosial, Ketua BPSPAM Kab. Simalungun, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Pendamping Desa/Sosial, Seluruh Penamping Desa/Sosial dan seluruh KPM.

Rembuk Stunting tahun 2020 ini diawali dengan Kata Pembukaan dari Panitia Kepala Dinas Kesehatan Kab. Simalungun dr. Lidya Saragih, dilanjutkan dengan paparan dari 3 Narasumber yaitu : Bupati Simalungun dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bappeda Kab. Simalungun Lurinim Purba, S.Sos, M.Si ; Kasubbid Pemerintahan Umum Bappeda Propinsi Sumatera Utara,  Siti Rahmah SE, MAP dan  Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Ditjen Bina Bangda Kemendagri, DR. Eduard Sigalingging, M.Si. Selanjutnya Kata Sambutan Bupati Simalungun DR. J.R. Saragih, SH, MM dalam hal ini dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kab. Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, S.IP, M.Si. 

Dalam Sambutannya, Bupati Simalungun DR. J.R. Saragih, SH, MM menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun pada Tahun 2020 ini telah menetapkan 9 Nagori/Kelurahan di 3 kecamatan yang menjadi Lokus Penanganan Stunting yaitu : Sirube-Rube, Tanjung Saribu, Dolok Saribu, Sihemun, Togu Domu Nauli, Nagori Bayu, Ujung Padang, Siringan-Ringan Dan Purba Sinombah. Yang Artinya 9 Nagori tersebut harus menjadi lokasi prioritas dalam setiap pelaksanaan program/ kegiatan terkait penanganan stunting bagi setiap OPD. Dan seperti diketahui bahwa bahwa kunci keberhasilan upaya penurunan stunting adalah terintegrasinya program  lintas sektor. 

DR. J.R. Saragih, SH, MM dalam sambutannya juga menekankan bahwa melalui Rembuk Stunting ini Pemkab Simalungun dapat menyusun/ merumuskan sinergitas program dan menyepakati bersama rencana kegiatan yang terintegrasi untuk dilaksanakan tahun 2021 terkait penanganan stunting dan menjadikannya komitmen bersama dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Simalungun.
"Selanjutya komitmen ini dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan akan menjadi tolak ukur atau pun indikator evaluasi keberhasilan program penanganan stunting di Kab.  Simalungun," ujarnya.

Setelah Sambutan oleh Bupati Simalungun, acara Rembuk Stunting Tahun 2020 dilanjutkan dengan pembacaan Pernyataan Komitmen Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Dan Penanganan Stunting Terintegrasi Di Kabupaten Simalungun oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akmal Harif Siregar, S.Kom, M.Si yang kemudian diakhiri dengan penandatanganan lembar Pernyataan Komitmen beserta penggalangan tanda tangan dari seluruh peserta Rembuk Stunting Tahun 2020.