Pelaku Pariwisata Parapat, Dukung New Normal di Kabupaten Simalungun

2020-06-06 0 comments simalungun Pemerintahan

Pasca dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi pelaksanaan New Normal di Kabupaten Simalungun, khususnya daerah wisata Parapat, pada 31 Mei yang lalu.

Para pelaku pariwisata di Parapat, secara bersama menyampaikan apresiasi yang tinggi khususnya kepada Dr. JR. Saragih, SH, MM selaku Bupati dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Simalungun, serta para Pimpinan yang tergabung dalam Forkopimda Kabupaten Simalungun, yang telah menggelar kegiatan sosialisasi serta meninjau langsung kesiapan para pelaku jasa sektor pariwisata diparapat dalam pelaksanaan New Normal.

Ungkapan ini disampaikan oleh Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia Kabupaten Simalungun, melalui Sekretaris H. Rahimal K. Noor S. Fil. dirinya mengapresiasi tindakan yang ambil oleh Bupati Simalungun dalam menghidupkan kembali dunia pariwisata di Parapat.
"Rasa terima kasih dan ucapan tulus kami sampaikan kepada pak JR Saragih, ini menjadi momentum untuk sektor hotel dan restoran, agar kembali bergeliat. Masyarakat Parapat bergantung sepenuhnya kepada sektor pariwisata. Pasalnya, banyak yang terdampak selama pandemi Corona. Kalau boleh dipakai istilah seperti ikan yang diangkat dari dalam air, nafas ini bukan saja cengap cengap, tapi sudah sampai dikerongkongan, megap megap mengharapkan oksigen, karena seperti itulah ilustrasi kondisi pelaku wisata di daerah pesisir Danau Toba, terkhusus di daerah Parapat yang masih dalam kawasan Kabupaten Simalungun," ujarnya.

Ditambahkannya, akibat pandemi Covid-19 banyak pekerja di sektor pariwisata ini menjadi warga miskin baru akibat mereka tidak bekerja dan memiliki penghasilan.
"Sudah jelas disatu sisi, karyawan yang kehidupan ekonominya berharap dari satu bulan kesatu bulan berikutnya, maka bulan selanjutnya akan menjadi miskin, sementara pengusaha, kalau lebih dari dua atau tiga bulan, akan menjadi warga miskin baru. Karenanya, kami siap mendukung dan bekerjasama dalam melaksanakan arahan dan kebijakan pelaksanaan new normal ini," tambahnya.

Senada dengannya, pengusaha Restoran/Rumah Makan Silaturahim Selera Bunda, Zuraini Helny Siregar, juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Simalungun yang telah perduli terhadap kesulitan yang dihadapi oleh mereka.
"Terimakasih Pak JR Saragih atas prakarsa ini, kami tidak saja diperintah namun juga dipandu oleh petugas Satpol PP dan pihak Kecamatan Girsang Sipangan Bolon yang turun langsung untuk memandu hal yang harus kami siapkan dalam pelaksanaan penerapan New Normal, kami berupaya untuk mematuhi protokol kesehatan yang menjadi prasyarat pelayanan seperti penyiapan tempat cuci tangan, memakai masker dan kami juga sudah mencantumkan batasan maksimal jumlah tempat duduk di dalam restoran kami. Secara sadar mengurangi jumlah tempat duduk, dan menempelkan pengumuman jumlah maksimal kapasitas tempat duduk menjadi 35 dari 100 tempat duduk semula. Semoga ini memberikan keyakinan kepada pengunjung nantinya, terimakasih pak JR Saragih," pungkasnya sekali lagi.

Demikian juga disampaikan GM Hotel Inna Parapat Pardomuan Siregar, pihaknya sudah menyiapkan segala keperluan dalam mendukung pelaksanaan new normal di Kabupaten Simalungun
"Saya sudah membuat kebijakan langsung dalam mendukung new normal nantinya, pengukuran suhu tubuh, tempat cuci tangan, penyiapan ruang tunggu, pelayanan makan ke kamar masing-masing, hingga penyiapan ruang isolasi sementara menunggu pengantaran ke RS Parapat jika nanti ditemukan kasus pada tamu hotel kami," ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa pihaknya juga akan berupaya untuk menarik minat tamu berkunjung dengan mengadakan program promo.
"Kita juga akan buat program promo, boleh pesan sekarang untuk mendapatkan promo menarik selanjutnya. Ini salah satu upaya guna menarij wisatawan agar datang ke Parapat," tambahnya.

Bupati Simalungun, Dr. JR. Saragih, SH, MM selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Simalungun bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Timbul Jaya Sibarani, Danrindam I/BB Kol Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, Dandim 0207/Sml Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, Sekdakab Simalungun Mixnon A Simamora, S.I.P, M.Si serta pimpinan OPD dan Camat saat meninjau simulasi penerapan new normal pada 31 Mei yang lalu menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun, mendukung penuh kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang tengah membuat rencana uji coba atau simulasi penerapan skenario new normal.

Mengapa Parapat dilakukan uji coba?, karena daerah tersebut merupakan daerah wisata yang terintegrasi dengan beberapa Kabupaten/Kota dan Parapat juga merupakan pintu gerbang ke kawasan Danau Toba.
"kami pahami betul masyarakat Parapat yang notabene mata pencariannya bergantung pada sektor pariwisata. Simulasi ini akan dijalankan sesuai arahan Presidensial, serta dikawal oleh TNI dan Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan demi memastikan simulasi tersebut berjalan semestinya dan terhindar dari gelombang kedua COVID-19.

Humas GTPP Covid-19 Simalungun, Akmal Siregar bersama Kepala Dinas Pariwisata Resman Saragih dan Kepala Dinas Kesehatan  dr. Lidia Saragih menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendapat perintah dari Bupati Simalungun untuk memantau dan menyiapkan segala keperluan dalam rencana penerapan new normal di Parapat.
"Dalam 2 hari ini, dimulai Sabtu, kami akan turun langsung dan berkoordinasi dengan pihak PHRI, penyedia souvernir, jasa transportasi untuk pendataan para petugas/pelaku jasa untuk secara bertahap dilakukan Rapid Test guna memastikan dan memberi rasa aman dan percaya diri pengunjung dan pelaku jasa di Parapat," ujarnya.

Pada sektor kesehatan, RS Parapat, telah menyediakan ruang isolasi dan perawatan dan tenaga medis, yang tidak saja digunakan oleh warga Parapat, juga nantinya digunakan para wisatawan.

Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih, SH, MM menambahkan bahwa kebijakan ini harus didukung oleh semua stakeholder yang ada.
"Memang daerah kita belum zona hijau, namun juga tidak zona merah seluruhnya. Kegiatan ini dilaksanakan sembari menyusun standar operasional dalam penerapan new normal nanti.
Terimakasih kami atas bantuan dan dukungan semua pihak dalam sosialisasi dan pemantauan kesiapan ini. Harapan kita semoga pandemi ini cepat teratasi, dalam masa transisi yang aturannya sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Propinsi Sumatera Utara," tutup Bupati.