Pangdam I/BB Tinjau Latihan Seni Beladiri Yongmoodo SMA/SMK Efarina Menuju Persiapan Tampil di Upacara Pembukaan PON Ke XIX.

2016-09-19 0 comments simalungun

Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung meninjau latihan seni beladiri yongmoodo siswa/siswi Efarina dalam rangka persiapan untuk tampil dalam pembukaan PON ke XIX Tahun 2016 di Bandung Jawa Barat, di lapangan SMA/SMK Plus Efarina Seribudolok pada, Sabtu, 10/09/2016.Siswa –siswi ini diundang untuk menampilkan aksi terbaik mereka pada Pembukaan PON di Bandung Jawa Barat dan menjadi kebanggaan bagi sekolah ini untuk dapat terlibat dalam acara Pembukaan tersebut.

Pangdam I/BB menyampaikan,  bahwa Latar belakang diundangnya Tim Seni Beladiri Yongmoodo dari SMA/SMK Plus Efarina ini untuk mendapat kesempatan tampil dalam pembukaan PON di Jawa Barat, setelah mereka menampilkan aksi demonstrasi seni beladiri yongmoodo yang mengesankan dalam Pembukaan Kejuaraan Bela Diri Militer (Yongmoodo) Kasad Cup Ke-6 TA 2016 di Medan  yang dilaksanakan Oleh Kodam I/BB. Kasad TNI AD yang pada saat itu bertindak sebagai Inspektur Upacara mengapresiasi penampilan siswa/siswi Efarina tersebut.
Pada saat yang bersamaan Ketua KONI, Mayjen (Purn) Tono Suratman meminta kepada Kasad TNI AD agar beladiri yongmoodo dapat ditampilkan pada Pembukaan PON di Bandung, namun dengan syarat agar para pesertanya tidak hanya dari tentara tetapi juga harus melibatkan warga sipil. Kemudian Pangdam I/BB menyampaikan kepada Kasad agar menampilkan siswa/siswi dari Efarina guna memenuhi persyaratan dari Ketua KONI tersebut. “atas dasar itulah anak-anak ini dipilih untuk kita bawa ke Bandung, melaksanakan demontrasi seni beladiri yongmoodo pada Upacara Pembukaan PON di Bandung nanti” Ujarnya. Menurut Pangdam I/BB, seni beladiri yongmoodo sendiri kemungkinan hanya sekolah Efarina saja satu-satunya sekolah di Indonesia yang menjadikan beladiri ini menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya.

Pangdam I/BB juga mengapresiasi disiplin yang diterapkan di sekolah Efarina tersebut, karena menurutnya disiplin adalah modal awal untuk dapat bekerja dan berbuat yang terbaik bagi diri kita sendiri dan bagi bangsa Indonesia.  Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat Simalungun untuk dapat memberikan dukungan kepada siswa-siswi tersebut, karena dengan penampilan mereka akan ikut mengharumkan nama Sumatera Utara dan Simalungun khususnya.

“Sekolah ini boleh bangga, karena dari ribuan sekolah yang ada di Indonesia, SMA/SMK Efarina mampu menjadi satu-satunya sekolah yang akan tampil pada kegiatan tingkat Nasional seperti Upacara Pembukaan PON nanti” ujarnya.
Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun merasa bangga pada siswa-siswi Efarina tersebut karena dapat membawa nama Simalungun ke tingkat Nasional dan mendukung kegiatan ini agar tetap berlanjut kedepannya.

Seni beladiri Yongmoodo sendiri berasal dari Negara Korea Selatan, mulai diadopsi oleh TNI AD sejak tahun 2008 dan menjadi seni beladiri resmi bagi Militer TNI AD. Seni beladiri  ini kemudian dikenalkan kepada publik sejak tahun 2012.