Menko Polhukam Tutup Festival 1st North Sumatera International Choir Competition 2016 di Parapat

2016-07-31 0 comments simalungun Pemerintahan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut B Pandjaitan menutup festival paduan suara bertaraf internasional yang bertajuk 1st North Sumatera International Choir Competition (NSICC) 2016 di Open Stage Parapat, Sabtu (23/7) malam.

Turut hadir, Menteri Pariwisata diwakili Tazbir yaitu Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan, Gubsu HT Erry Nuradi, Bupati Simalungun JR Saragih, Penasehat De'ualu antara lain, Ny Luhut B Pandjaitan Devi Simatupang, RE Nainggolan dan JA Fernandus, anggota DPR RI Anton Sihombing, anggota DPRD SU Janter Sirait, Danrem 022/PT Kol Gabriel Lema, Dandim 0207/SML Letkol Oni Kristiyono, Kapolres Simalungun AKBP Yofie G Putro dan lainnya.

Festival 1st NSICC diikuti 58 kontingen berasal dari Sumatera Utara, Riau, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Batam, Kalimantan Tengah serta 2 kontingen dari luar negeri yaitu Taipei dan Philipina. Sedangkan dewan juri berasal dari Amerika, Korea, Thailand, Indonesia, Italia, Philipina, Latvia dan Singapura.

Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan mengapresiasi pagelaran even festival paduan suara 1st NSICC yang menurutnya merupakan hal baru lantaran kali pertama diselenggarakan di kawasan Danau Toba. Kegiatan itu mendukung pengembangan kawasan Danau Toba menjadi destinasi unggulan pariwisata.  "Mari kita kembangkan, paling tidak ada 6 even setiap tahunnya," ujar Luhut. 

Dikatakan, pembangunan jalan tol dari Medan ke kawasan Danau Toba akan tuntas tahun 2019. Hal ini tentunya berdampak positip dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba. 

Selain itu, Luhut menekankan perlunya lingkungan bersih dan ramah terutama di sekitar kawasan Danau Toba. Keramba jaring apung harus ditertibkan dari perairan Danau Toba. "Keramba-keramba harus ditertibkan. Tidak ada orang kuat, sudah lewat waktunya. Bupati Simalungun sudah mulai membersihkannya," ujar Luhut. 

Ia pun meminta masyarakat Batak di sekitar Danau Toba bersikap ramah khususnya kepada wisatawan. Turis jangan dipalak. Pemerintah pusat sudah melakukan persiapan agar Danau Toba menjadi destinasi pariwisata. 

Gubsu HT Erry Nuradi mengatakan, festival paduan suara bertaraf internasional seperti 1st NSICC seyogianya digelar setiap tahunnya. Untuk tahun depan, Pemprovsu akan mengupayakan anggarannya agar ditampung di APBD. "Kegiatan ini akan memajukan pariwisata Danau Toba. Harus ada even-even untuk menyemarakkan Danau Toba," ujarnya.

Menurut Gubsu, Sumatera Utara adalah penghasil seniman misalnya penyanyi handal. Lewat pagelaran festival 1st NSICC, termotivasi generasi muda untuk menyalurkan bakatnya. Terlebih lagi, panitia mempersiapkan juri dari luar negeri sehingga festival seperti itu dianggap sudah bertaraf internasional. 

"Kami yakin, kalau peserta ini akan datang lagi tahun-tahun mendatang. Danau Toba juga akan lebih baik di tahun mendatang karena kita berbenah. Badan Otorita Danau Toba akan berbenah. Danau Toba menjadi kunjungan wisatawan di Indonesia bahkan internasional," kata Gubsu.

Gubsu menyatakan kegiatan 1st NSICC sukses. Untuk itu diminta seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan agar saling mendukung dalam pengembangan kawasan Danau Toba.  "Kegiatan ini membuktikan bahwa Sumatera Utara dalam situasi aman dan nyaman. Dengan banyaknya kunjungan ke Danau Toba akan meningkatkan perputaran uang," tuturnya. 

Pemprovsu menyadari perlunya pengembangan seni dan budaya. Potensi ini mampu memikat minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Danau Toba.  

Sementara itu, Ketua Panitia 1st NSICC, Jones Selnov Lubis menguraikan, festival paduan suara yang digelar 18 - 23 Juli 2016 tersebut sudah bertaraf internasional karena mengadopsi olimpic sytem, dalam arti memenuhi standar penilaian bertaraf internasional.  58 kontingen tampil dalam 9 kategori seperti equal voice, musica sacra, mixed youth choir, mix chamber choir, pop dan jazz, folklore, gospel and spritual, music of religion, popular music. "Kompetisi ini diikuti 58 kontingen,1.200 penyanyi yang datang, sedangkan offisial 2.000 orang. Kita juga mendatangkan juri internasional," urai Jones. 

Kegiatan itu menyuguhkan thema bernyanyi untuk perdamaian. Menurut Jones, melalui festival itu, Danau Toba menjadi saksi perdamaian dalam lintas ras, agama dan negara. Puncak acara, panitia mengumumkan pemenang perlombaan hingga memberikan medali, piagam serta uang pembinaan. Juara umum atau grand campion diraih kontingen paduan suara dari negara Taipei.