Makna Kain Ulos hingga Ikan Mas untuk Bupati JR Saragih dari Tuan Guru

2017-08-11 0 comments simalungun Pemerintahan

Identitas penguatan toleransi beragama sudah melekat di jiwa Bupati Simalungun Dr JR Saragih. Setelah mendatangi gereja, kini dirinya menyambangi tokoh masyarakat Islam di Kabupaten Simalungun, Tuan Syekh H Ahmad Sabban Arrahmani Rajaguguk.

Kehadiran Bupati Simalungun JR Saragih di Pondok Persulukan Serambi Babusallam, Hatonduhan, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara milik tokoh masyarakat Islam di Kabupaten Simalungun, Tuan Syekh H Ahmad Sabban Arrahmani Rajaguguk adalah untuk mempererat tali silahturahmi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dalam ajang silahturahmi ini, Bupati Simalungun diberikan kain ulos, ikan mas dan ayam sebagai tanda simbolisasi mempererat tali silahturahmi antara keduanya.

"Pemberian ikan mas, ayam dan kain ulos menjadi bukti semangat baru sekaligus semangat persaudaraan di mana dalam tradisi budaya Batak memiliki arti semangat kelengkapan persaudaraan untuk mensukseskan Simalungun," ucap tokoh masyarakat Islam di Kabupaten Simalungun, Tuan Syekh H Ahmad Syakban Arrahmani Rajaguguk, Jumat (7/7/2017).

Diakuinya lagi, kehadiran Bupati Simalungun JR Saragih menjadi bentuk keharmonisan serta menghamparkan kasih sayang sebagai simbol kepemimpinan yang bisa menjadi contoh untuk masyarakat Sumatera Utara.

"Ini menjadi bagian keperdulian keagamaan dari seorang Bupati Simalungun JR Saragih tanpa melihat batasan apapun sehingga bisa memperkuat toleransi beragama di Simalungun dengan mempertahankan budaya, suku dan ras," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Simalungun Andreas Mixnon Simamora menambahkan kehadiran Bupati JR Saragih menjadi langkah yang luar biasa untuk menguatkan toleransi beragama di Kabupaten Simalungun.

"Kehadiran Bupati Simalungun menjadi bukti bila kekuatan beragama di Simalungun sangat diutamakan serta menjadi bagian dari mempererat tali silahturahmi tanpa memandang agama maupun lainnya," bebernya lagi.

Bupati Simalungun Dr JR Saragih menambahkan kehadirannya di kediaman Tuan guru adalah bagian dari kasih dan bukan melihat dari sisi agama.

"Kehadiran saya adalah untuk melihat sejauh mana bisa berkomunikasi karena sama-sama memiliki pemikiran yang sama untuk memajukan Sumatera Utara," pungkasnya.