Hasil Pemeriksaan 6 PDP di Simalungun Segera Diperiksa Swab

2020-04-14 0 comments simalungun Pemerintahan

Simalungun- Enam dari 20 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) positif Covid 19 hasil Rapid Test,hasil pemeriksaan ulangnya segera dikirimkan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 kabupaten Simalungun ke Kementerian Kesehatan di Jakarta untuk diperiksa swab.

Sebelumnya dari 4 PDP positif hasil pemeriksaan Rapid Test,dua sudah keluar hasil swabnya,dua dinyatakan positif Corona dan dua lagi negatif.

Selain itu kata Akmal 10 lagi hasil pemeriksaan PDP di Simalungun yang sudah dikirimkan ke Jakarta,masih menunggu hasil swab.

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 kabupaten Simalungun JR Saragih melalui humas,Akmal H Siregar kepada wartawan,Selasa (15/4/2020) malam mengatakan, terkait adanya penyampaian informasi sebelumnya yang menyatakan tiga warga Rambung Merah,kecamatan Siantar,yang positif Covid 19 hasil pemeriksaan Rapid Test dan saar ini dirawat di RSUD Perdagangan ternyata tidak ada hubunganny dengan keluarga pasien yang meninggal di RSU Vita Insani Pematangsiantar dengan gejala Covid 19.

" Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19,yang juga Bupati Simalungun JR Saragih sudah menugaskan Kepala Dinas Kesehatan Lidya Saragih,Kepala Bappeda Lurinim Purba dan saya sendiri Akmal Siregat selaku humas tim untuk menyampaikan permohonan maaf,kepada keluarga almarhum," ujar Akmal.

Akmal menambahkan kekeliruan informasi yang disampaikan kepada publik melalui media,disebabkan adanya kekeliruan data terkait nama yang ada kemiripan dengan keluarga pasien yang meninggal di RSU Vita Insani Pematangsiantar dengan gejala Covid 19 yang disampaikan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 kecamatan ke tim gugus kabupaten.

" Pihak keluarga sudah menerima permintaan maaf Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19,dan meminta kekeliruan yang sempat disampaikan ke publik diluruskan,sehingga kami tekankan kepada publik bahwa tiga pasien PDP yang hasil pemeriksaan Rapid Test positif Covid 19 asal Rambung Merah kecamatan Siantar tidak ada hubungannya dengan keluarga bapak Rinaldi atau almarhum istrinya yang meninggal dunia di RSU Vita Insani dengan gejala Corono,dan masyarakat diminta tidak mengucilkan warga Rambung Merah, dan keluarga pak Rinaldi," ujar Akmal.