GTPP Covid-19 Simalungun Dirikan Posko dan Dapur Umum Layani Kebutuhan Warga Selama Isolasi

2020-06-27 0 comments simalungun Pemerintahan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Simalungun mulai mendirikan posko dan menyalurkan bantuan di Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, pasca desa tersebut di isolasi usai 17 orang warganya dinyatakan positif Covid-19 hasil uji swab.

Menindaklanjuti perintah dari Ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Simalungun, Dr. JR. Saragih, SH, MM, hari ini (Rabu, 17/6), TNI dan Polri serta Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Dinas terkait lainnya dibantu pihak Kecamatan sudah mendirikan posko bantuan dan dapur umum di Nagori Tanjung Hataran untuk melayani kebutuhan dari 325 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa 844 orang selama masa isolasi dilaksanakan.

Pelayanan Dapur Umum yang langsung dilayani oleh pasukan TNI dibantu Satpol PP menyediakan makanan untuk masyarakat dan langsung dibagikan ke rumah-rumah warga oleh Petugas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan warga sehingga meminimalisir penyebaran virus. Pelayanan dapur umum ini dilaksanakan selama 14 hari masa isolasi.

Sementara itu, pintu keluar masuk ke wilayah ini juga dijaga oleh petugas yang terdiri dari TNI dan Polri serta Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk memantau aktifitas warga luar maupun warga wilayah ini.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan, petugas kesehatan setiap harinya akan memantau kesehatan warga. Masyarakat yang mengalami demam atau ada keluhan sakit diharapkan untuk segera melapor kepada petugas kesehatan, agar segera mendapatkan pertolongan.

Tim Kesehatan juga akan melaksanakan pemeriksaan rapid test yang akan dilakukan minimal 10 hari kedepan sampai hari ke 14 masa isolasi berakhir, hal ini bertujuan untuk memastikan penyebaran virus Covid-19 di Nagori ini benar-benar bersih. Hasil dari rapid test secara medis juga nantinya akan memberi rekomendasi terhadap pembukaan atau berakhirnya masa isolasi wilayah tersebut.

Bupati Simalungun, Dr. JR. Saragih, SH, MM yang juga Ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Simalungun juga menghimbau kepada 31 Kecamatan di wilayah Simalungun agar tetap waspada dan memantau penyebaran virus Covid-19 ini di wilayahnya masing-masing.

Kasus Covid-19 di Nagori Tanjung Hataran tersebut menurut Bupati merupakan fenomena baru selama pandemi Covid-19 di Simalungun. Karenanya, Bupati berharap kepada para Camat agar aktif memantau wilayahnya masing-masing, sehingga kejadian serupa dapat langsung cepat diketahui dan tidak menimbulkan korban yang lebih banyak.
"Kami berharap kepada seluruh masyarakat harus terbuka terhadap informasi yang dibutuhkan oleh petugas medis, informasi tersebut sangat berharga guna menelusuri dan memutus penyebaran Covid-19. Berikan kami Doa dan dukungan, percayakan kepada kami dan petugas medis untuk memberikan perawatan dan penanganan terbaik," ujar Bupati.

Kepada masyarakat, Bupati juga tetap menghimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak dan sebisa mungkin mengurangi aktifitas diluar rumah. Menurut Bupati, penyebaran virus Covid-19 masih belum selesai dan masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak menganggap remeh penyebaran virus Covid-19 ini.
"Nagori Tanjung Hataran menjadi cerminan bahwa penyebaran virus Covid-19 sangat cepat dan tidak terdeteksi. Karenanya, hanya kepatuhan kita dalam menjalankan anjuran protokol kesehatan yang dapat menghindarkan kita dari penularan virus Covid-19," tambah Bupati.

Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Simalungun, Wasin Sinaga, S.Pd, MH juga menyampaikan bahwa sesuai hasil Rapid test warga Huta 2, Nagori Tanjung Hataran yang dilaksanakan hari ini, pada 17 Juni 2020, dari 34 masyarakat yang mengikuti Rapid test sementara ini, 10 orang sudah dinyatakan reaktip