Bupati Simalungun Tinjau Bencana Tanah Longsor di Nagori Parjalangan

2017-02-06 0 comments simalungun Pemerintahan

Bupati : “ lima korban tanah longsor telah dirawat di RSUD Tuan Rondahaim Pamatang Raya”
 Setelah mendapat laporan dari masyarakat perihal bencana alam tanah longsor yang menelan korban lima orang dari Nagori Parjalangan Kecamatan Dolok Panribuan, Bupati Simalungun, Dr JR. Saragih, SH,MM,  hari ini Rabu (25/01/2017) langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor tersebut.

Bupati Simalungun mengatakan, jalur longsor  tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan Desa dengan Kecamatan dan ibu kota Kabupaten. Akibat bencana tanah longsor ini, akses jalan penduduk sekitar dua Nagori tidak dapat dilintasi.

Akibat bencana tanah longsor ini, masyarakat juga mengaku merasa dirugikan. Sebab, jalur niaga yang menggerakkan roda perekonomian mereka terputus. Sebagaimana diketahui, penduduk sekitar menggunakan jalur ini untuk mengangkut sentra komoditi hasil perkebunan seperti sayur mayur, kopi, dan tanaman-tanaman lainnya.

"Untuk itu, saya langsung meninjau lokasi bersama dinas terkait agar segera ditindaklanjuti secepatnya. Dan pada saat ini juga, saya memerintahkan Pangulu untuk segera membuat laporan agar hari ini juga bisa diturunkan alat berat untuk membuka jalur ini kembali. Sehingga roda perekonomian mereka dapat berjalan kembali seperti semula," ujar Bupati.

Dihadapan Pangulu dan masyarakat setempat, Bupati menjelaskan, bahwasannya kelima korban akibat tanah longsor telah mendapat penanganan tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Rondahaim di Kabupaten Simalungun. Secara umum, Kabupaten Simalungun memiliki geografis perbukitan dan pegunungan. Kontur tanah di daerah seperti perbukitan ini paduan antara tanah dan pasir. Sehingga sangat memungkinkan alias rawan terhadap bencana alam seperti tanah longsor.

Oleh karenanya, Bupati Simalungun menghimbau kepada warganya, agar masyarakat yang bermukim di daerah kawasan perbukitan dan pegunungan harus menggalakkan penanaman pohon atau bambu sebagai penopang tanah agar tidak erupsi atau terkikis dan berdampak longsor. 

Di Kabupaten Simalungun, Bupati menjelaskan, ada enam titik atau wilayah yang rawan akan bencana longsor. Diantaranya, Nagori Parjalangan, Parapat, Tanah Jawa, Pamadang Sidamanik, Harang Gaol dan Raya. Meski demikian, pihaknya berupaya selalu tanggap akan bencana alam seperti ini. Dan, hari ini Bupati Simalungun pun telah menyiapkan anggaran khusus dan langsung menurunkan alat berat ke lokasi agar segera tertangani. 

Sementara itu, Merlianser Purba, Pangulu Nagori Parjalangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun menjelaskan, bahwasannya bencana korban tanah longsor ini terjadi pada hari Rabu (24/01/2017) kemarin dan mengakibatkan lima orang korban yang pada saat itu sedang bergotong royong di jalan desa tersebut.

Dijelaskan pula oleh Marlianser Purba, bahwasannya jalan tersebut merupakan jalan penghubung dua Nagori yaitu Nagori Parjalangan dan Raya Huluan ke Kecamatan dan Kabupaten Simalungun. 

"Dengan ini pula, masyarakat atau warga kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Simalungun untuk segera memperbaikinya. Dan, hari ini saya langsung melihat Bupati Simalungun yang langsung meninjau lokasi dan telah memerintahkan dinas terkait untuk segera memperbaiki jalannya," terang Marlianser Purba, mengucap syukur.