Bupati Simalungun Terus Berupaya Memperindah Kota Pamatang Raya

2017-04-10 0 comments simalungun Pemerintahan

Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM terus berupaya membuat Ibu kota Simalungun menjadi lebih indah dilihat oleh wisatawan, cara yang dilakukannya adalah menata kota Pamatang Raya sebagai Ibukota Kabupaten Simalungun menjadi lebih baik termasuk dalam mempercantik taman maupun makam para tokoh Simalungun yang ada di sekitar kota Pamatang Raya.

Salah satu makam tokoh Simalungun yang ditata yakni makam pendeta pertama di Simalungun. Niatan baik dari Bupati Simalungun JR Saragih ini datang dari hati nurani terdalam, saat mengunjungi makam Djaulung Wismar Saragih Sumbayak yang merupakan pendeta pertama dari suku asli Simalungun yang berada di Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun.

“Melalui beliau (Djaulung Wismar Saragih Sembayak), maka penyebaran agama kristen hadir di Kabupaten Simalungun khususnya di Pematang Raya. Oleh karenanya, makam ini harus dibuat lebih indah sehingga bila wisatawan yang datang ke Simalungun dapat mengunjungi sekeligus mengetahui sejarah kehadiran agama Kristen di sini,” ucap Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM usai melakukan gotong royong di Kota Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Jum’at 07/04/2017.

Dikatakan, bila melihat  perjuangan Djaulung Wismar Saragih Sembayak dalam menyebarkan agama kristen di Pematang Raya harus terus diingat, selain dari sisi keagamaan maka terdapat pula nilai budaya di dalamnya. Terlebih, Djaulung Wismar Saragih Sumbayak merupakan putera daerah asli Simalungun. “Saya meminta kepada seluruh pangulu (kepala desa) yang ada di Pematang Raya untuk terus menjaga serta melestarikan makam ini, agar nantinya ketika ada orang datang yang ingin tahu perihal sejarahnya maka akan mudah untuk dilihat,” ujar Bupati.

Seperti diketahui, sosok Djaulung Wismar Saragih Sumbayak dikenal sebagai pendeta pertama dari suku asli Simalungun. Bahkan, beliau juga merupakan budayawan yang gigih memperjuangkan kemajuan Simalungun. Selama hidupnya, pria kelahiran 1888 ini juga dikenal melakukan terjemahan alkitab dalam bahasa Simalungun, otomatis membuatnya kian dikenal menjadi orang Indonesia pertama yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa nusantara dalam hal ini Simalungun.

Selain mengunjungi makam dan melakukan kegiatan kebersihan, Bupati juga melakukan aktifitas gotong royong di Kota Pamatang Raya, apalagi kondisi curah hujan saat ini yag tinggi bisa menyebabkan tingkat penyakit demam berdarah semakin tinggi. Hadirnya gotong royong ini juga menjadi bagian dalam bentuk kesadaran kepada masyarakat soal kebersihan lingkungan. Tentunya, dengan kondisi lebih bersih membuat tata kota di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara lebih tertata rapih.

Di sisi lain, Dra Mislaeni Saragih selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup menuturkan dengan gerakan gotong royong bisa membuat tubuh masyarakat lebih sehat terlebih cara ini menjadi program dalam kinerja semangat baru di era kepemimpinan Bupati Simalungun JR Saragih.   “Bapak Bupati sangat konsentrasi sekali untuk persoalan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui sadar lingkungan. Selain melakukan gotong royong, kita juga memberikan edukasi soal bagaimana hidup bersih kepada masyarakat sehingga bisa memotivasi kepada masyarakat,” tuturnya mengakhiri.