Bupati Simalungun Tanggung Semua Biaya Berobat Korban Keracunan Makanan

2017-04-03 0 comments simalungun Pemerintahan

Sebanyak 68 warga Desa Kampung Belek, Sampuran, Jorlang Hantaran, Kabupaten Simalungun, menderita keracunan makanan. Bupati Simalungun JR Saragih menegaskan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemerintahan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara alias gratis.

"Saya tegaskan semua pengobatan gratis, semua ditanggung Pemerintahan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Bahkan, kita menanggung semua konsumsi makanan buat pekerja puskesmas dan penderita keracunan makanan," ujar Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM di Puskesmas Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, saat menjenguk para korban, Kamis (23/03/2017).

Seluruh penderita keracunan makanan sebanyak 68 orang (Sebelumnya 51 orang), ditangani serius oleh Pemerintahan Kabupaten Simalungun. Bahkan, di kinerja semangat baru Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM menegaskan seluruh kinerja maupun pengobatan di Puskesmas Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hantaran, Kabupaten Simalungun, dilakukan dengan professional.

"Kita berikan 100 tenaga medis termasuk ambulance, dan semua kerja di puskesmas dilakukan standar rumah sakit bukan lagi standartnya puskesmas," tuturnya.

Pria Kelahiran 10 November 1968 ini menegaskan semua protap yang dilakukan demi membuat seluruh pasien penderita keracunan makanan bisa teratasi dengan cepat. Bahkan, dirinya juga meminta kepada semua masyarakat yang ada di Puskesmas untuk memberikan ruang kepada para penderita keracunan makanan untuk mendapatkan udara yang layak.

"Tolong semua keluarga atau yang tidak berkepentingan keluar, kasih ruangan yang nyaman buat mereka. Biarkan para pekerja di puskesmas bekerja dengan baik," ungkapnya.

Tak itu saja, Bupati meminta kepada Camat Jorlang Hantaran, untuk memindahkan seluruh pasien yang ada di Puskesmas dipindahkan ke Aula kantor camat Jorlang Hantaran. "Segera tindak semua yang menderita keracunan, bikin semua pasien merasa nyaman, utamakan kesehatan masyarakat. Semua harus sembuh dan ini tidak bisa ditoleransi," tukasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 68 orang menderita keracunan makanan di Kampung Belek, Sampuran, Jorlang Hantaran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara semua datang ke tempat orang meninggal.