Bupati Simalungun Sosialiasikan Penertiban KJA di DT

2016-07-20 0 comments simalungun Pemerintahan

Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM didampingi Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf Oni Kristiyono, Sekda Drs Gidion Purba, beberpa pimpinan SKPD dijajaran Pemkab SImalungun, Camat Haranggaol Horisan dan Lurah serta Muspika, mensosialisasikan penertiban Karambah Jaring Apung (KJA), senin 02/05/2016.

Sesuai dengan program pemerintah Danau Toba merupakan destinasi wisata nasional. Oleh karena itu Haranggaol akan dijadikan tujuan wisata. "Kita akan buka jalan mulai dari pintu masuk Kota Haranggaol menuju Haranggaol dan dari Haranggaol sampai ke Nagori Bage Kecamatan Silimakuta dan tidak ada ganti rugi,"kata Bupati.

Menurut Bupati, Bandara Silagit yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara sudah dibuka dalam rangka mendukung pariwisata Danau Toba. "Kita harus tertibkan KJA di Haranggaol ini termasuk yang di Parapat. Kalau tidak wisatawan tidak mau ke Haranggaol, apalagi jalan akan kita buka bekerjasama dengan TNI. Dengan dibukanya jalan tersebut diharapkan wisatawan yang datang dari Medan dapat singgah ke haranggal,"ujarnya.

Kepada masyarakat Bupati Simalungun berharap agar dapat merubah mainset menjadi masyarakat wisata, sehingga Haranggal daerah wisata yang indah.
Dalam rangka penertiban KJA, Bupati mengatakan Pemkab Simalungun akan memberikan ganti rugi Rp 1,5 juta per satu KJA. Oleh karena diharapkan kepada instansi terkait bersama camat dan muspika untuk mendata semua KJA. "Setelah kita tertibkan semua KJA, saya harapkan tidak ada lagi KJA baru di Danau Toba,"tandasnya.

Dari kegiatan tersebut, diketahui dari masyarakat bahwa saat ini ada sekitat 6000 unit lebih KJA di perairan Danau Toba khusunya di kawasan Haranggaol.
Saat melakukan sosialisasi, Bupati Simalungun bersama rombongan bertemu dengan dengan masyarakat Zona Bandar Saribu yang merupakan petani budi daya ikan di perairan Danau Toba. Mereka menyampaikan keluhan bahwa perikanannya mengalami musibah.

"Sekitar dua hari lalu ikan kami mati pak dan sudah 120 ton kami angkat dari lokasi dan tinggal 200 ton belum kami angkat,"jelas sudung Siallagan salah seorang petani ikan saat bertemu dengan Bupati dan rombongan.
Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati memberikan bantuan kepada masyarakat petani ikan tersebut Rp 100 juta untuk operasional pembersihan ikan yang mati. Disamping itu, Bupati juga menyampikan bantuan bibit bawang sebanyak 2 ton kepada masyarakat Harangaol.