Bupati Simalungun Respon Cepat 2 Kasus Kekerasan Pada Anak

2020-06-27 0 comments simalungun Pemerintahan

Permasalahan kekerasaan terhadap anak di Kabupaten Simalungun menjadi perhatian serius dari Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih, SH, MM. Hal tersebut dibuktikan dengan langkah cepat merespon kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur TBD (11 tahun/perempuan), salah seorang warga Nagori Bah Tonang Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan pelaku masing-masing berinisial TP (41 tahun), KD (50 tahun) dan L (21 tahun) pada bulan Mei 2020 lalu.

Merespon kasus tersebut, Bupati telah memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) untuk memberikan pendampingan terhadap korban saat melakukan visum. Visum dilakukan di RSUD Djasamen Saragih (2/6/2020), dengan didampingi oleh pihak keluarga dan Kepolisian.

Bupati juga memerintahkan DPPPA beserta Badan Kesbangpol Kabupaten Simalungun untuk meninjau langsung kediaman keluarga korban, serta memberikan bantuan tali asih sebagai bentuk Perhatian dari Pemkab Simalungun yang diserahkan langsung oleh Kaban Kesbangpol, Willy Damanik bersama Kadis PPPA, Uli  Purba. Sabtu (6/6/2020).

Pada kesempatan tersebut, melalui sambungan video call dari rumah korban, Bupati juga berinteraksi dengan korban dan keluarganya, Bupati meminta agar keluarga korban tetap kuat dan tabah menghadapi masalah tersebut. Bupati juga menyampaikan akan membantu kebutuhan dan biaya pendidikan TBD (korban pencabulan), dimana Ibu korban merupakan penyandang keterbelakangan mental yang juga membutuhkan perhatian.

Menindaklanjuti kasus asusila tersebut, Polres Simalungun telah mengamankan ketiga pelaku pencabulan masing-masing inisial TP (41 tahun), KD (50 tahun) dan L (21 tahun). Polres Simalungun melalui Unit PPA juga memberikan perhatian serius yang ditandai dengan pemberian tali asih kepada korban di RSUD Tuan Rondahaim Pamatang Raya.

Turut hadir dalam peninjauan dan dialog video call tersebut Kapolsek dan Camat Raya Kahean beserta Pangulu dan aparat Nagori Bah Tonang. 


Hal serupa juga dialami RU, anak berusia 14 tahun ini juga menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri berinisial RS (55 tahun) yang terjadi di Huta Partimalayu Nagori Dolok Saribu Bangun, Kecamatan Silou Kahean.

Menurut keterangan keluarga korban, RU memiliki kekurangan sulit berkomunikasi dan sangat pendiam. Hingga saat ini RU mengalami depresi, apalagi jika melihat pria dewasa yang ia tidak pernah kenal, dirinya langsung ketakutan.

Kasus ini sudah ditangani oleh Unit PPA Polres Simalungun, dan korban juga telah divisum di RSUD Djasamen Saragih pada awal Juni 2020 lalu.

Atas kejadian ini, Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih, SH, MM langsung merespon dengan memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Badan Kesbangpol dan Satpol PP untuk meninjau lokasi kejadian bersama Camat Silou Kahean, Pangulu beserta aparat Nagori Dolok Saribu Bangun. Kamis (11/6/2020).

Usai meninjau lokasi kejadian, selanjutnya rombongan dari Pemkab Simalungun bersama Camat, Pangulu dan perangkat Nagori menuju rumah korban. Di rumah korban yang saat itu sudah berkumpul beberapa warga, Kepala Dinas PPPA Uli Purba, memberikan pengarahan kepada warga agar selalu menjaga anak-anak dari tindak kekerasan.
“Jangan takut melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan asusila dan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Usai memberikan pengarahan, Rombongan Pemkab Simalungun memberikan “Boras Tenger” dan tali asih kepada kedua orang tua korban.

Menurut keterangan keluarga korban, Suratman (62 tahun), pelaku merupakan tetangga korban berinisial RS (55 tahun). Sedangkan Ayah korban, Rusli (38 Th) bersama keluarga sangat berharap agar pelaku segera ditangkap. Kasus pencabulan tersebut telah ditangani oleh Unit PPA Polres Simalungun