Bupati Simalungun Jenguk Bayi Kembar Tiga Asal Simalungun

2019-10-17 0 comments simalungun Pemerintahan

Bupati Simalungun Jenguk Bayi Kembar Tiga Asal Simalungun

-Bupati beri nama Marta Elisabet pada bayi ketiga.

Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM menjenguk kondisi bayi terlahir kembar tiga dan prematur asal Simalungun yang berasal dari keluarga kurang mampu di Rumah Sakit (RS) Vita Insani, P. Siantar. Rabu (16/10).

Diketahui dilokasi, bayi kembar tiga tersebut merupakan anak dari pasangan Santoso Hutabalian dan Riana Lubis, warga Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei yang lahir pada tanggal 28 September 2019 yang lalu melalui operasi caesar dengan berat sekitar 1200 gr, 1100 gr dan 1000 gr, namun beberapa hari kemudian bayi yang kedua meninggal dunia, sehingga saat ini yang dirawat secara intensif di ruang Perawatan RS Vita Insani bayi pertama dan ketiga.

Bupati Simalungun saat meninjau kedua bayi yang dirawat secara intensif di inkubator itu menyampaikan bahwa usai mendapat kabar dari stafnya dirinya langsung bergerak menuju RS Vita Insani untuk melihat kondisi kedua bayi tersebut. 

Usai melihat kondisi kedua bayi dan mendengar keterangan dari dokter yang merawat, Bupati mengatakan bahwa Pemkab Simalungun akan membantu biaya perobatan kedua bayi ini hingga sehat dan dapat berkumpul bersama orangtuanya.
"Begitu dapat info langsung bergerak kemari untuk melihat kondisi bayinya dan menyampaikan ucapan duka cita atas berpulangnya anak yang kedua. Orangtuanya berasal dari keluarga kurang mampu sehingga kita putuskan Pemkab Simalungun akan membantu biaya yang dibutuhkan, dan saya juga sudah berpesan kepada dokter yang menangani agar memberikan perawatan yang terbaik, karena ini merupakan sejarah bagi keluarga ini, kita doakan semoga anak ini bisa lekas sehat dan nantinya dapat menjadi garam dan terang ditengah- tengah keluarga dan masyarakat," ujar Bupati.

Secara khusus Bupati juga memberikan nama Marta Elisabet kepada bayi yang ketiga, menurut Bupati, peristiwa ini merupakan sejarah juga bagi Kabupaten Simalungun, sedangkan bayi yang pertama diberi nama Maria Elisabet oleh kedua orangtuanya.
"Kita beri nama Marta kepada si bayi, kelak dia besar nanti akan memiliki kisah luar biasa dalam hidupnya," tambah Bupati.

Kepada orangtua kedua bayi tersebut, secara pribadi Bupati memberikan bantuan tali asih berupa uang tunai. Bantuan tersebut dikatakan Bupati untuk membantu orangtuanya membeli keperluan makanan bergizi serta vitamin usai melahirkan bagi Ibunya dan juga untuk biaya transportasi orangtuanya ke rumah sakit setiap hari untuk melihat dan mendoakan kedua anaknya yang masih dalam perawatan.

Santoso Hutabalian, Ayah dari kedua bayi tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah pada keluarga mereka.
"Saya ucapkan banyak terimakasih atas kepedulian Bupati kepada keluarga kami yang kurang mampu ini, semoga lewat bantuan ini kedua anak kami dapat cepat sehat dan berkumpul bersama kami," ujar Santoso.

Dokter yang menangani kedua anak tersebut, Dr Grace Simatupang mengatakan bahwa mereka tetap melakukan perawatan yang terbaik selama 18 hari dalam perawatan Rumah Sakit. Menurutnya, manajemen RS Vita Insani tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada bayi tersebut walau belum ada biaya.
"Lahir dengan berat 1 kg, secara medis memiliki kemungkinan sekitar 50%, namun kita tetap berharap kepada Tuhan memberikan kesehatan kepada kedua bayi ini. Walau tak miliki biaya, kami tetap berikan perawatan maksimal, apapun terapi, cek darah tetap kami lakukan yang terbaik kepada anak-anak ini," ujarnya.