Bupati Simalungun Bantu Kesembuhan Anak Buta dari Tanah Karo

2017-08-11 0 comments simalungun Pemerintahan

Uluran tangan dari Bupati Simalungun Dr JR Saragih terus mengalir buat masyarakat yang membutuhkan, masyarakat yang dibantunya adalah Yuki Melinda, Bocah kelas 6 SD dari Tanah Karo, Sumatera Utara.

Pertolongan dari Bupati Simalungun JR Saragih terhadap Yuki Melinda, Bocah kelas 6 SD ini kala dirinya disambangi oleh keluarga Yuki Melinda yang meminta bantuan untuk kesembuhan Yuki Melinda yang mengalami kebutaan pada kedua matanya sejak duduk di bangku sekolah sekira tiga tahun lalu. Pertemuan ini, kala JR Saragih sedang menghadiri kerja tahun di Desa Munthe, Karo, Sumatera Utara.

"Anak ini adalah warga Tanah Karo, kala itu keluarga mendatangi saya saat ada momen kerja tahun akhirnya saya berbicara dengan kepala dinas untuk membawanya ke Simalungun dengan harapan ingin mengetahui apa penyebabnya, jika dilihat masih ada harapan untuk dilakukan operasi besar pada matanya," ucap Bupati Simalungun JR Saragih di Rumah Sakit Tuan Rondahaim, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (18/7/2017).

Menurutnya, anak tersebut memiliki talenta yang luar biasa melalui kepintaran yang dimilikinya apalagi dari keterangan keluarganya Yuki Melinda kerap mendapatkan ranking pertama sejak duduk di bangku sekolah.

"Jika dilihat dari usianya masih sangat produktif, sehingga jika tidak ditangani maka Indonesia khususnya Sumatera Utara akan kehilangan generasi muda terbaiknya," bebernya lagi.

Bupati Simalungun JR Saragih menambahkan dengan sembuhnya nanti maka dirinya berharap bila anak tersebut bisa melihat keindahan dunia dan menjadi harapan bangsa melalui kepintaran yang dimilikinya.

"Ada harapan besar yang ada dalam diri Yuki Melinda untuk sembuh, karena dengan dia sembuh maka bisa membantu orang lain kelak dia dewasa nanti," bebernya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Tuan Rondahaim dr. Lidya Saragih ini menuturkan dalam melakukan penanganan kesehatan Yuki Melinda pihaknya telah memberikan pemeriksaan secara rutin. Hanya saja penanganan khusus ditujukan pada kedua matanya.

"Bila dilihat dari hasil laboratorium maka kondisi tubuhnya masih dalam batas normal, kelainan hanya pada segi mata saja apalagi ini menyangkut kepada otak," bebernya.

Demi melakukan kesembuhan anak tersebut, maka pihak Rumah Sakit Tuan Rondahaim akan bekerjasama dengan Rumah Sakit penyakit mata yang ada di Medan, Sumatera Utara.

"Kalau berbicara soal berapa persen kesembuhan kami belum bisa menyimpulkan secara detail karena dibutuhkan penanganan yang serius soal penyebab pasti kelainan mata tersebut. Kita juga sudah bekerjasama dengan Rumah Sakit Sumatera Eye Center yang ada di Medan," pungkasnya.