Temu Ramah Komisaris Utama PT Inalum bersama Kepala Daerah di kawasan Danau Toba

Bupati Simalungun: “Saya Berharap dapat Bekerjasama”

Bupati Kabupaten Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga SH menyampaikan bahwa Kabupaten Simalungun butuh reboisasi kawasan hutan di kawasan Danau Toba, pemangkasan dan penanganan KJA serta pengalihan profesi petani KJA.

Hal itu disampaikan Bupati pada acara Diskusi dan Temu Ramah Komisaris Utama PT Inalum bersama kepala daerah di kawasan Danau Toba di Niagara Hotel, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (24/06/2021).

“Saya berharap PT Inalum dapat bekerja sama dalam penanganan masalah ini,” kata Bupati.

Pada kesempatan itu, Komisaris Utama PT Inalum, Doni Manardo dan didampingi Direktur Pelaksana PT Inalum, Sophia Isabella Wattimena menyampaikan, untuk menjaga kesinambungan PT Inalum dan harus menjadi kebanggaan warga Sumatra Utara, pemimpin harus hadir di tengah masyarakat, hidup bersama masyarakat untuk mencapai sebuah perubahan.

Terhadap permasalaha yang disampaikan para kepala daerah, kata Doni, menjadi PR bertahun dan bisa diselesaikan bersama. “Penyelesaian lingkungan harus dilakukan besama, ujung tombaknya adalah masyarakat, pendekatan dan kolaborasi kepada Masyarakat. Bagaimana kita bisa mendorong pemulihan Danau Toba, ini menjadi PR kita semua,” kata Doni.

Disampaikannya, banyak sumber daya di Danau Toba yang berpotensi dapat dimanfaatkan, dan bagaimana mengintegrasikan semua sumberdaya yang ada. “Kita tidak hanya cukup bicara, menghitung berapa banyak penanaman pohon tapi lebih banyak menghitung berapa pohon yang tumbuh,” katanya.

Dia berharap merawat pohon menjadi sebuah pekerjaan dan menjadi solusi utuk pemangkasan KJA .

Doni pun mengingatkan kepada bupati dan kepala daerah yang hadir jangan ada menebang pohon, karena pohon yang ada harus dirawat.

“Jika ini bisa dilakukan, bisa menjaga sementara permukaan air Danau Toba. Kemudian, bagaimana memilih pohon yang tepat untuk ditanam. Saya yakin pertemuan ini, menjadi dampak yang positif dan Inalum menjadi motor dan penggerak untuk bekerjasama. Kemudian, harus ada program yang mengikat yang membuat kita semua peduli terhadap Danau Toba,” katanya.

Kalau bupati mencontohkan mengampanyekan buang sampah pada tempatnya, maka mudah-mudahan masyarakat di sekitaran Danau Toba tidak membuang sampah sembarangan. “Saya yakin Danau Toba menjadi lebih baik,”kata Doni.