Terkait Pasien PDP Meninggal Dunia, Bupati Simalungun Gelar Konfrensi Pers.

2020-04-10 0 comments simalungun Pemerintahan

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang di rawat di RSUD Perdagangan berinisial HP (66 tahun) meninggal dunia tadi pagi (Kamis, 02/04). Dengan demikian pasien status PDP di Simalungun terkait Covid-19 hingga saat ini masih nihil.

Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM, didampingi Dandim 0207 Simalungun, Kapolres Simalungun dan Kadis Kesehatan Kabupaten Simalungun,  Kamis 02/04/2020 di Posko Pencegahan Covid 19 Kabupaten Simalungun terkait meninggalnya pasien PDP menggelar konfrensi pers. 

Dalam acara tersebut Bupati Simalungun menjelaskan bahwa, jumlah pasien PDP di Kabupaten Simalungun selama ini sebanyak 1 orang atas nama Hulman Purba dari Nagori Bangun Pane Kecamatan Dolok Masagal telah meninggal dunia sehingga PDP di Simalungun hingga saat tidak ada (nihil). Pasien yang meningal tersebut langsung dibawa ke pemakaman sesuai dengan protocol kesehatan dan disaksiakn Camat Dolok Masagal, Kapolsek dan Danramil.

Terkait meninggalnya pasien PDP tersebut, Bupati mengatakan bahwa saat ini Pemkab Simalungun mengambil langkah konkrit dengan menurunkan tim kesehatan ke nagori Bangun Pane dengan membawa peralatan kesehatan diantaranya ronsen,  rapid test,  test leb untuk mengambil sample 50 orang dari keluarga almarhum dan tetangganya.

“Saat pemeriksaan terhadap keluarga almarhum termasuk almarhum sendiri (28/03) menggunakan rapid test dan hasil negatif. Kita mengetahui bahwa rapid test itu tidak menentukan karena butuh waktu. Setelah 8 hari dalam perawatan kondisi pasien (almarhum) semakin menurun karena penyakit komplikasi yang dideritanya." kata Bupati.

Menurut Bupati, riwayat Pasien (Almarhum) tersebut sebelumnya baru pulang dari Jakarta, dan setelah 10 hari di rumah Pasien demam dan mendapat perwatan dari puskesmas, namun demannya terus meningkat dan akhirnya  oleh dokter pasien dinyatakan PDP. “Makanya pada saat pasien meninggal masih berstatus PDP. Dengan Kejadian ini kami (Pemkab SImalungun) melakukan pencegahan besar-besaran,”jelasnya.

Selanjutnya Bupati menerangkan bahwa saat ini Orang Dalam Pantauan (ODP) di SImalungun sebanyak 60 orang. Terhadap pasien ODP ini semua dirawat di rumah sakit, agar tidak terjadi bentrok social ditengah-tengah masyarakat. “Semua pasien ODP ini kita cek kesehatannya di RSUD Perdagangan sebagai rumah saki rujukan untuk mengetahui status kesehatannya, dan mereka juga mendapat pantauan dari tenaga medis selama dalam perawatan,”ujarnya .

Selain itu menurut bupati, ada juga sebanyak 855 orang pasien tanpa gejala. Meraka ini baru pulang, ada yang dari Pekan Baru, Malaisya dan dari daerah lain yang dikhawatirkan berasal dari daerah yang terjangkiti Covid-19. “Jadi meraka ini terus kita pantau,”terangnya.

Dikahir penjelasannya Bupati Simalungu  menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu takut, cemas, was-was, namun tetap waspada. Bila terjadi demam, flu, pilek dan batuk segeralah berobat kepuskemas-puskesmas terdekat. Dalam Situasi seperti ini kami tetap bekerjasama, baik dengan Kapolres, Dandim, Puskesmas, pangulu/lurah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, imbuhnya.