KPU Simalungun Gelar Coklit Di Kediaman Bupati Simalungun

2018-01-22 0 comments simalungun Pemerintahan

Setelah sebelumnya KPU Simalungun melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di kediaman wakil Bupati Simalungun, kali ini KPU Simalungun melakukan kegiatan coklit di Rumah dinas Bupati Simalungun Dr JR Saragih di Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Senin (22/1/2018).

Tujuan dari  kegiatan coklit ini adalah untuk melakukan pencocokan dan penelitian nama, alamat dan tanggal lahir sesuai data pemilih dengan data potensial yang ada pada KPU. Setelah pelaksanaan coklit ini Bupati Simalungun telah memastikan dirinya untuk bisa turut melakukan pencoblosan pada saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara di 2018. Kepastian ini setelah KPU Simalungun telah resmi melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih Bupati JR Saragih.

"Dengan dilakukannya Coklit oleh KPU Simalungun atas identitas  saya, ini artinya saya memiliki hak untuk memilih pada Pilgubsu Juni mendatang dan bukan sebagai penonton," ujar Bupati.

Bupati JR Saragih juga mengapresiasi KPU dan Panwaslu Simalungun yang melakukan kinerja dengan baik melakukan pendataan kepada masyarakat Kabupaten Simalungun dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumatera Utara.

"Saya juga sudah menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) kepada KPU Simalungun, bahkan saya sudah mendapatkan tanda bukti keikutsertaan dalam melakukan pencoblosan," lanjutnya.

Selain itu, Bupati juga meminta kepada masyarakat agar mendukung kegiatan KPU perihal pencocokan dan penelitian data dan identitas masyarakat. Bupati juga meminta kepada seluruh masyarakat di Simalungun untuk mematuhi dan mengikuti aturan yang diterapkan oleh KPU.

"Pendataan ini harus ada sinergi antara Camat, Kepala Desa hingga Lurah dengan KPU. Hal ini dilakukan untuk memudahkan KPU dalam melakukan pendataan dengan baik sehingga jumlah daftar pemilih Pilkada bisa diketahui dengan akurat," paparnya.

Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik mengatakan bahwa proses Coklit merupakan proses pengecekan sekaligus pemutahiran data pemilih, hal ini bertujuan untuk bisa melihat kemudian dicocokkan dengan data yang dimiliki oleh JR Saragih.

"Dalam melakukan pemilihan atau pencoblosan maka data yang diperlukan adalah KTP dan KK karena kedua identitas tersebut memiliki sifat yang akurat. Tidak hanya kepada Bapak JR saja melainkan kepada seluruh warga di Simalungun dalam rangka melakukan pendataan agar masyarakat bisa memilih. Kemudian, untuk petugas yang bekerja sebanyak 1.685 orang yang terdiri dari KPU dan Panwaslu. Coklit ini sendiri dilakukan dari tanggal 20 Januari hingga 18 Februari 2018 mendatang," tukasnya.